Swaraetam.com, Tenggarong – Pemerintah Desa Sebulu Modern menghadapi kendala dalam pelaksanaan program pembangunan akibat keterlambatan pencairan Dana Desa (DD). Kepala Desa Sebulu Modern, Joemadin, mengungkapkan bahwa keterlambatan ini mempengaruhi berbagai sektor, termasuk pembayaran gaji perangkat desa dan insentif bagi kader Posyandu.
“Gaji perangkat desa yang seharusnya dibayarkan setiap bulan hingga kini masih tertunda. Hal ini terjadi tidak hanya di desa kami, tetapi juga di banyak desa lain,” ujar Joemadin.
Selain itu, insentif untuk kader Posyandu—yang memegang peranan penting dalam layanan kesehatan ibu dan anak—juga tertunda akibat belum cairnya anggaran.
“Para kader Posyandu menjadi ujung tombak layanan kesehatan di desa. Namun, karena anggaran belum cair, hak mereka pun tertunda,” tambahnya.
Keterlambatan pencairan dana ini juga memaksa beberapa proyek infrastruktur ditunda hingga dana tersedia.
“Kami terus berkomunikasi dengan pemerintah daerah agar pencairan bisa segera dilakukan sehingga program pembangunan yang telah direncanakan tidak tertunda lebih lama,” kata Joemadin.
Meski menghadapi tantangan tersebut, pemerintah desa tetap berupaya menjalankan program prioritas dengan sumber daya yang ada. Joemadin berharap sistem pencairan dana dapat diperbaiki agar masalah serupa tidak terulang di masa mendatang.
(ADV/Diskominfo Kukar)












