Swaraetam.com, Tenggarong – Warga Kecamatan Anggana, khususnya di Desa Muara Pantuan, kini merasakan kemajuan besar dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan. Pada tahun 2024, desa pesisir ini akhirnya menikmati pasokan listrik selama 24 jam penuh, meningkat signifikan dari sebelumnya yang hanya tersedia selama 12 jam sehari.
Camat Anggana, Rendra Abadi, menyatakan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari kerja sama yang erat antara pihak kecamatan, PLN, dan dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Ini langkah besar. Warga kini bisa beraktivitas lebih nyaman dan produktif,” ujar Rendra dalam sebuah wawancara baru-baru ini.
Menurutnya, listrik adalah kebutuhan dasar yang sangat mempengaruhi berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Dengan pasokan listrik yang stabil selama 24 jam, warga dapat menjalankan kegiatan sehari-hari dengan lebih efisien dan efektif.
Di sektor pendidikan, anak-anak kini dapat belajar di malam hari tanpa hambatan. Di sisi ekonomi, para pelaku usaha rumahan dapat meningkatkan produksi mereka tanpa khawatir akan keterbatasan energi. Selain itu, layanan kesehatan dan administrasi pemerintahan juga dapat berjalan lebih lancar dengan dukungan pasokan listrik yang stabil.
“Dengan adanya listrik 24 jam, potensi ekonomi masyarakat bisa terus berkembang. Kami ingin semua desa di Anggana mengalami kemajuan serupa,” ujar Rendra.
Meski demikian, tantangan masih dihadapi di desa-desa lain seperti Tani Baru dan Sepatin, yang sebagian besar masih bergantung pada mesin genset dengan kapasitas terbatas. Namun, Rendra menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan akan terus dipercepat agar seluruh desa di Anggana dapat menikmati manfaat yang sama.
Pemerintah kecamatan mengharapkan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan lembaga terkait, untuk mewujudkan pemerataan layanan listrik. Camat juga mengimbau warga untuk menjaga fasilitas kelistrikan yang telah dibangun.
(ADV/Diskominfo Kukar)












