Swaraetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) semakin intensif menekan angka stunting dengan memanfaatkan sumber daya lokal, salah satunya ikan sebagai sumber protein utama. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar memimpin Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN), yang menjadi salah satu pilar penting dalam upaya meningkatkan gizi anak-anak di wilayah ini.
Kepala DKP Kukar, Muslik, menjelaskan bahwa ikan selain kaya protein juga mengandung omega-3, vitamin D, dan mineral penting yang berperan besar dalam pertumbuhan otak dan tubuh anak. “Konsumsi ikan yang cukup akan membantu memenuhi kebutuhan gizi penting selama masa tumbuh-kembang,” ujar Muslik saat ditemui wartawan.
Program GEMARIKAN dijalankan secara kolaboratif bersama Dinas Kesehatan, Bappeda, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A). Edukasi tentang manfaat makan ikan disosialisasikan langsung ke masyarakat, terutama bagi ibu hamil dan keluarga yang memiliki balita. Muslik menekankan pentingnya pengetahuan gizi seimbang agar konsumsi ikan menjadi kebiasaan rutin dalam pola makan sehari-hari.
Selain penyuluhan, DKP Kukar juga mengadakan lomba memasak berbahan dasar ikan yang melibatkan ibu-ibu PKK dan sekolah-sekolah, serta mendistribusikan ikan segar kepada keluarga kurang mampu. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan akses pangan bergizi sekaligus memberikan dorongan ekonomi bagi pelaku usaha perikanan lokal.
Kader kesehatan dan relawan desa menjadi ujung tombak program dengan turun langsung ke masyarakat untuk memberikan edukasi dan memantau pola konsumsi keluarga. “Mereka berperan penting dalam memastikan informasi gizi tersampaikan dan kebiasaan makan ikan diadopsi secara konsisten,” kata Muslik.
Meski demikian, tantangan masih ada, terutama distribusi ikan ke daerah terpencil yang terkendala infrastruktur. DKP pun memperkuat jaringan pemasaran dan bekerja sama dengan pelaku usaha perikanan lokal untuk memastikan suplai ikan tetap lancar dan harga tetap terjangkau.
Menurut data Dinas Kesehatan Kukar, angka stunting pada 2024 masih mencapai 24 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Pemerintah daerah menargetkan penurunan signifikan menjadi kurang dari 15 persen pada 2026 melalui program terpadu, termasuk GEMARIKAN. Upaya ini sekaligus menguatkan ketahanan pangan lokal dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi nelayan serta petani setempat.
(ADV/Diskominfo Kukar)












