Swaraetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Polemik soal nominal Beasiswa Kukar Idaman 2025 akhirnya mendapat kejelasan. Setelah sempat jadi sorotan dan memicu aksi unjuk rasa mahasiswa, Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan bahwa besaran bantuan pendidikan tetap sama seperti tahun sebelumnya.
Aksi mahasiswa Unikarta Tenggarong digelar pada Kamis (14/8/2025) di Halaman Kantor Bupati Kukar. Perwakilan mahasiswa diterima langsung oleh Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin. Ia menyatakan bahwa keputusan bersama Bupati dan jajaran OPD adalah mempertahankan nominal beasiswa seperti tahun lalu.
“Untuk S1 tetap Rp5 juta, hanya saja pencairannya bertahap. Pertama sebesar Rp1,6 juta, kemudian sisanya Rp3,4 juta akan dibayarkan setelah APBD Perubahan 2025 disahkan,” ujar Wabup Rendi.
Rendi menjelaskan bahwa skema pencairan ini dilakukan karena jumlah pendaftar melonjak tajam. Tahun ini hampir 9 ribu mendaftar, dan 4.015 orang lolos verifikasi. Sementara itu, anggaran di APBD murni hanya Rp8,21 miliar, tidak cukup untuk membayar penuh dengan nominal lama.
Kepala Bagian Kesra Setkab Kukar, Dendi Irwan Fahriza, juga menjelaskan hal serupa. Dari kuota awal 1.348 penerima, ternyata yang memenuhi syarat jauh lebih banyak. Untuk jenjang S1, misalnya, kuota awal hanya 867 orang, tapi yang lolos verifikasi mencapai 2.955 mahasiswa.
“Kalau nominal penuh langsung dibayarkan, ribuan mahasiswa lain yang lolos verifikasi justru tidak mendapatkan bantuan. Maka kebijakan sementara diambil agar semua tetap mendapat haknya,” terang Dendi.
Pemkab Kukar menegaskan, langkah ini bukan bentuk pengurangan komitmen terhadap pendidikan. Sebaliknya, kebijakan ini diambil agar seluruh mahasiswa Kukar yang memenuhi syarat tetap terakomodasi.
Dengan keputusan ini, diharapkan mahasiswa penerima Beasiswa Kukar Idaman tetap bisa melanjutkan studi dengan tenang. Tambahan anggaran melalui APBD Perubahan menjadi kunci agar nominal bantuan bisa dibayarkan penuh.
(ADV/Diskominfo Kukar)












