Swaraetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Menyambut musim kemarau yang diperkirakan dimulai pada Juli 2025, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) terus meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan kebakaran. Tahun ini, fokus utama adalah memperkuat sistem komando terpadu serta memperluas koordinasi antar sektor agar penanganan kebakaran bisa berlangsung lebih cepat dan efisien.
Fida Hurasani, Kepala Disdamkarmatan Kukar, menegaskan bahwa pengendalian kebakaran memerlukan respons yang terorganisir dan tepat waktu. “Kami menyiapkan Sistem Komando Insiden (SKI) yang akan diterapkan saat terjadi kebakaran besar. Dengan struktur jelas, setiap tim tahu perannya sehingga operasi bisa berjalan tanpa tumpang tindih,” ujarnya.
Dalam SKI, seluruh pergerakan tim pemadam, medis, logistik, dan komunikasi dikendalikan oleh satu komando lapangan. Disdamkarmatan Kukar telah melatih para petugas agar terbiasa dengan prosedur tersebut sehingga kekacauan di lapangan dapat diminimalkan.
Sinergi lintas sektor juga menjadi prioritas utama. “Kami bekerja sama dengan BPBD, TNI-Polri, aparat kecamatan, hingga relawan desa. Koordinasi yang solid mempercepat mobilisasi tim dan memperluas jangkauan penanganan, karena setiap wilayah punya karakteristik kebakaran berbeda,” jelas Fida.
Selain itu, pos-pos pantau siaga api telah didirikan di beberapa titik rawan seperti Muara Kaman, Sebulu, dan Samboja. Pos-pos ini berfungsi untuk mendeteksi titik api sejak dini dan melaporkannya ke pusat komando. Armada pemadam juga telah diperbarui, termasuk penambahan dua mobil pemadam multifungsi yang mampu menjangkau wilayah sempit dan padat penduduk.
Disdamkarmatan Kukar juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat. Program “Keluarga Tanggap Api” mendorong warga agar memiliki alat pemadam ringan dan jalur evakuasi darurat di rumah masing-masing. Berbagai simulasi, pelatihan APAR, dan pembentukan komunitas siaga api tingkat RT juga dijalankan guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Kerja sama dengan sektor industri juga diperkuat, khususnya perusahaan yang berlokasi dekat dengan hutan atau lahan rawan kebakaran. Selain itu, Disdamkarmatan mulai memanfaatkan teknologi pemetaan digital serta data cuaca dari BMKG untuk mendeteksi potensi kebakaran lebih awal.
Fida menegaskan, keberhasilan pengendalian kebakaran hanya dapat dicapai jika semua pihak bersinergi. “Keselamatan bukan hanya tugas petugas, tapi tanggung jawab bersama. Dengan koordinasi dan kesadaran masyarakat, risiko kebakaran bisa ditekan secara signifikan,” tegasnya.
(ADV/Diskominfo Kukar)












