Swaraetam.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan dukungannya terhadap pelaksanaan Sekolah Rakyat, sebuah program nasional dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI yang ditujukan bagi anak-anak prasejahtera. Program ini hadir untuk menjembatani akses pendidikan bagi mereka yang selama ini sulit terlayani oleh sistem sekolah formal.
Meski begitu, kesiapan Kukar masih dihadapkan pada persoalan sarana fisik. Tidak seperti daerah lain yang sudah memanfaatkan balai pelatihan maupun asrama, Kukar sampai saat ini belum memiliki gedung khusus yang dapat difungsikan sebagai tempat belajar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kukar, Yuliandris Suherdiman, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat memiliki peran besar dalam misi pengentasan kemiskinan.
“Ini bukan sekolah biasa, ini sekolah istimewa. Kurikulumnya berbeda dan pendekatan pengajarannya disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak dari keluarga miskin. Presiden ingin semua anak punya kesempatan yang setara untuk berhasil,” ujarnya pada Senin (7/7/2025).
Sekolah Rakyat dirancang dengan tiga kurikulum adaptif dan kontekstual agar anak-anak yang tertinggal dari pendidikan umum tetap memperoleh hak belajar yang memadai.
Namun demikian, Yuliandris mengakui belum adanya gedung permanen menjadi hambatan serius. Bahkan untuk keperluan operasional UPTD, saat ini Kukar masih bergabung dengan wilayah Temanggung dan Banjarmasin.
“Kami belum punya gedung sendiri. Bahkan untuk operasional UPTD kami masih tergabung ke wilayah Temanggung dan Banjarmasin. Ini yang menjadi kendala utama,” jelasnya.
Di sisi lain, Pemkab Kukar sudah menyiapkan dukungan tenaga pendidik. Dinas Sosial akan membantu proses perekrutan calon pengajar dari kalangan PPPK asal Kukar, meski penentuan akhir tetap di tangan Kementerian Pendidikan.
“Kami hanya fasilitasi proses pendaftaran calon pengajar. Soal seleksi dan kelayakan sepenuhnya kewenangan pusat,” tambahnya.
Secara kelembagaan, program Sekolah Rakyat berada langsung di bawah koordinasi Kemensos. Peran pemerintah daerah adalah memperkuat dari sisi dukungan, terutama fasilitas awal dan pemanfaatan tenaga lokal.
Yuliandris mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama agar program ini dapat segera diwujudkan di Kukar. “Kami berharap dukungan lintas sektor agar Kukar bisa segera memiliki fasilitas yang memadai. Karena pendidikan adalah kunci utama pemberdayaan masyarakat miskin,” tegasnya.
Melalui komitmen ini, Pemkab Kukar berharap Sekolah Rakyat segera hadir dan mampu memberi kesempatan belajar yang setara bagi anak-anak prasejahtera di daerah.
(ADV/Diskominfo Kukar)












