Kutai Kartanegara, Swaraetam.com, – Pelantikan Pengurus Ikatan Pelajar Mahasiswa (IPM) Kutai Kartanegara Yogyakarta periode 2026–2027 resmi digelar pada Sabtu (13/6). Kegiatan tersebut menandai dimulainya masa kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa organisasi semakin aktif dalam menghimpun dan mengembangkan potensi pelajar serta mahasiswa asal Kutai Kartanegara yang sedang menempuh pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pengukuhan pengurus dilakukan oleh Wakil Bupati Kutai Kartanegara, H. Rendi Solihin, S.M. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Kepala Bidang Aset Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara. Kehadiran jajaran pemerintah daerah menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan terhadap keberlangsungan organisasi mahasiswa daerah di perantauan.
Usai dilantik, Ketua Umum IPM Kutai Kartanegara Yogyakarta periode 2026–2027, Maulana Pernanda, menegaskan bahwa kepengurusan yang baru akan mengutamakan program kerja yang berdampak dan mampu menjawab kebutuhan anggota. Menurutnya, efisiensi dalam penyelenggaraan organisasi menjadi salah satu langkah agar berbagai agenda yang telah direncanakan dapat berjalan secara maksimal.
Lebih lanjut, ia memastikan salah satu program unggulan organisasi akan tetap dilanjutkan pada masa kepengurusan kali ini.
“Eroh Bebaya merupakan program tahunan yang memiliki nilai penting bagi IPM Kutai Kartanegara Yogyakarta. Karena itu, kami berkomitmen untuk melanjutkan dan mengembangkannya agar tetap relevan serta memberikan manfaat bagi anggota maupun masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara,” ungkap Maulana Pernanda, Ketua Umum IPM Kutai Kartanegara Yogyakarta Periode 2026–2027.
Sementara itu, Wakil Bupati Kutai Kartanegara H. Rendi Solihin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus yang telah menerima amanah untuk menjalankan organisasi. Ia berharap IPM Kutai Kartanegara Yogyakarta mampu menjadi ruang pembinaan kepemimpinan sekaligus memperkuat rasa kebersamaan mahasiswa Kutai Kartanegara di Yogyakarta. Selain itu, ia juga menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Eroh Bebaya 8 pada 2026 serta mengingatkan mahasiswa agar terus menjadi agen perubahan yang berkontribusi bagi pembangunan daerah, khususnya Kabupaten Kutai Kartanegara.
Melalui kepengurusan yang baru, IPM Kutai Kartanegara Yogyakarta diharapkan semakin mampu menjalankan perannya sebagai organisasi yang tidak hanya mempererat silaturahmi antarmahasiswa, tetapi juga menjadi wadah lahirnya gagasan dan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Kutai Kartanegara.













