Aroma Tak Sedap dari Kos Bongkar Kematian Perempuan Muda di Sangatta

Swaraetam.com, Sangatta – Aroma tak sedap dari salah satu kamar kos di Jalan Yos Sudarso I, Desa Sangatta Utara, Kutai Timur, memicu kecurigaan penghuni dan pemilik kos. Saat kamar tersebut diperiksa, seorang perempuan muda ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) sore.

Perempuan tersebut diketahui berinisial DA (21), kelahiran Sangkulirang yang selama ini berdomisili di kawasan Teluk Lombok, Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan.

Kejadian bermula ketika penghuni kos mencium aroma tidak sedap yang berasal dari salah satu kamar. Pemilik kos, Suyono, kemudian mendatangi kamar korban untuk melakukan pengecekan sekitar pukul 17.00 Wita.

Saat hendak diperiksa, kamar tersebut dalam keadaan terkunci sehingga pintunya tidak bisa dibuka. Suyono kemudian melaporkan kondisi itu kepada Ketua RT setempat, Rasyid. Laporan tersebut selanjutnya diteruskan kepada pihak kepolisian sekitar pukul 17.27 Wita.

Tak lama berselang, personel Polsek Sangatta Utara tiba di lokasi dan melakukan pemeriksaan awal. Petugas Inafis Polres Kutai Timur juga datang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolsek Sangatta Utara AKP Bambang Eko mengatakan, polisi masih mengumpulkan dan memeriksa berbagai informasi yang ditemukan di lokasi untuk memastikan penyebab kematian korban.

“Begitu menerima laporan, anggota langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi dan melakukan penanganan awal di TKP,” ujar Bambang.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban ditemukan di bagian depan kamar dalam kondisi telah meninggal dunia. Dari perkiraan tim Inafis, korban diduga telah meninggal sekitar tiga sampai empat hari sebelum ditemukan.

Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Kudungga Sangatta untuk mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut. Pemeriksaan tersebut nantinya menjadi salah satu dasar bagi kepolisian dalam mengungkap penyebab kematian korban.

Penyidik juga meminta keterangan dari pemilik kos serta sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi. Dari keterangan awal, korban diketahui baru menempati kamar tersebut selama kurang lebih dua pekan dan belum menyerahkan identitas resmi kepada pemilik kos.

Polisi turut menelusuri aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal. Pemilik kos mengungkapkan, korban terakhir terlihat pada 15 Agustus 2026 bersama seorang pria. Keduanya sempat ditegur oleh pemilik kos sebelum pria tersebut pergi meninggalkan lokasi.

Informasi itu masih diperiksa penyidik guna mengetahui aktivitas korban sebelum keberadaannya tidak lagi diketahui penghuni kos lainnya.

Bambang menegaskan bahwa polisi belum menentukan penyebab kematian korban. Saat ini, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan medis sekaligus mengumpulkan keterangan dan fakta tambahan dari lokasi kejadian.

“Kami masih mendalami seluruh keterangan dan fakta yang ditemukan di TKP. Untuk penyebab pasti kematian, kami menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak medis,” jelasnya.

Untuk mendukung proses penyelidikan, polisi telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian. Masyarakat yang mengetahui aktivitas korban maupun informasi lain yang berkaitan dengan kejadian tersebut juga diminta menyampaikannya kepada kepolisian.

Sampai saat ini, proses penyelidikan masih berjalan. Polisi mencocokkan keterangan para saksi dengan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis untuk mengungkap rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan meninggal dunia. (R Danny)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *