Sespimti Polri dan Pemkab Kukar Gelar Sarasehan serta FGD Karhutla di Loa Kulu

Swaraetam.com, TENGGARONG — Dalam upaya menghadapi potensi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Peserta Didik (Serdik) Sespimti Polri Dikreg ke-36 T.A. 2026 menggelar Sarasehan dan Focus Group Discussion (FGD) Satgas Edukasi Karhutla Aman Nusa II di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Sepakat, Kecamatan Loa Kulu, Sabtu (12/9/2026) sore.

Kegiatan tersebut menjadi wadah sinergi antara jajaran kepolisian, pemerintah daerah, BPBD, pihak swasta, hingga kelompok relawan dalam membahas langkah pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah Kalimantan Timur.

Hadir dalam kegiatan itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara Dr. H. Sunggono, MM., jajaran Serdik Sespimti Polri, yakni Kombespol Muhammad Fachry, Kombespol Wiwin Firta Y.A.P., dan Kolonel Kal Nur Indra Wakhid. Turut hadir Wakapolres Kukar Kompol Izdiharuddin Faris R.P., Kapolsek Loa Kulu AKP H. Hari Supranoto, unsur BPBD, perwakilan perusahaan swasta, serta para relawan pemadam kebakaran.

Dalam pemaparan materinya, Serdik Sespimti Kombespol Wiwin Firta menekankan pentingnya deteksi dini serta kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi Karhutla di Kalimantan Timur.

“Penanganan Karhutla bukan hanya menjadi tugas petugas pemadam maupun BPBD, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Upaya edukasi dan pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga hingga tingkat desa,” ujar Kombespol Wiwin Firta saat menyampaikan strateginya di depan para peserta.

Diskusi berlangsung interaktif ketika sejumlah relawan menyampaikan berbagai kendala teknis yang selama ini dihadapi saat melakukan pemadaman di kawasan rawan Karhutla.

Hariadi, relawan dari Desa Loh Sumber, mengusulkan pembangunan titik sumber air permanen di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

“Apakah memungkinkan dibuatkan sumur bor pada wilayah-wilayah yang sulit dijangkau kendaraan roda empat, sehingga ketika terjadi Karhutla petugas tidak terlalu bergantung pada sumber air yang jauh?” tanyanya.

Hal senada disampaikan Asmuni dari Relawan Desa Sepakat. Ia mengeluhkan keterbatasan fasilitas berupa armada dan selang pemadam yang masih menjadi kendala bagi para relawan di lapangan.

Meski demikian, Asmuni menegaskan bahwa relawan di tingkat desa tetap memiliki komitmen tinggi untuk membantu penanganan kebakaran. Ia pun berharap adanya tambahan bantuan peralatan operasional untuk mendukung tugas para relawan.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Serdik Sespimti Kombespol Muhammad Fachry mengatakan persoalan ketersediaan armada dan sumber air akan menjadi bahan evaluasi bersama.

Menurutnya, kolaborasi dengan perusahaan swasta yang berada di sekitar kawasan rawan Karhutla dapat dibangun, salah satunya untuk menyediakan embung air darurat.

Fachry menambahkan, berbagai masukan yang disampaikan dalam kegiatan di Loa Kulu tersebut selanjutnya akan dibawa ke FGD tingkat Provinsi Kalimantan Timur untuk dibahas lebih lanjut.

Sementara itu, Sekda Kukar Dr. H. Sunggono menyatakan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara siap mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk membantu mengatasi berbagai kendala di lapangan.

“Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki dana darurat bencana sebesar Rp10 miliar yang penggunaannya diperuntukkan pada kondisi yang benar-benar membutuhkan penanganan darurat,” tegas Sunggono.

Selain itu, Sunggono menyampaikan Pemkab Kukar akan terus mengupayakan pemanfaatan bekas area tambang atau void yang memenuhi persyaratan teknis sebagai sumber air cadangan.

Pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi terkait pengadaan peralatan pemadam bagi para relawan dengan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan relawan dan tamu undangan, dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *